Sunset Community Summit Concrete Batu: Membaca Arah Pasar Kripto 2027 dan Peta Adopsi Institusional

Sunset Community Summit Concrete Batu: Membaca Arah Pasar Kripto 2027 dan Peta Adopsi Institusional

Kesejukan udara pegunungan Kota Batu berpadu dengan hangatnya diskusi masa depan ekonomi digital. Bertempat di Concrete Batu, komunitas penggiat aset digital, pelaku usaha, dan analis finansial berkumpul dalam perhelatan bertajuk “THE SUNSET COMMUNITY SUMMIT: Intens Meetup With Near Legion & 2027 Crypto Market Outlook”.

Mengambil latar pemandangan senja khas lereng perbukitan Batu, acara ini menghadirkan ruang temu interaktif untuk membedah arah pergerakan pasar aset kripto menyongsong tahun 2027. Dialog ini menjembatani realitas ekonomi makro, metrik data on-chain, hingga pergeseran regulasi global yang kian terstruktur.

Suasana pembuka The Sunset Community Summit di Concrete Batu, menghadirkan diskusi ekosistem Web3 dan arah investasi aset digital berlatar city light Kota Batu.

Membuka Pertemuan: Ekosistem Near Legion dan Platform Ult Trade

Rangkaian acara diawali dengan pengenalan komunitas dan perangkat pendukung transaksi digital. Pada sesi pertama, perwakilan komunitas memaparkan perkembangan ekosistem Near Legion oleh Eko Subagyo selaku perwakilan Near Legion Indonesia, yang berfokus pada penguatan infrastruktur komunitas, kolaborasi desentralisasi, serta peluang adopsi teknologi bagi kreator lokal maupun pengembang Web3 dan pengenalan teknologi blockchain NEAR yaitu NEAR Intents Crosschain swap dari NEAR.

Berlanjut ke sesi kedua. Bersama Pungky Gilang dan Pak Eko selaku perwakilan dari ULT Trade, peserta diperkenalkan dengan fitur dan antarmuka aplikasi Ult Trade. Pembahasan sesi ini menitikberatkan pada kemudahan akses instrumen perdagangan terdesentralisasi, efisiensi eksekusi likuiditas, serta pentingnya integrasi alat bantu analisis teknikal bagi para pelaku pasar aktif. Kedua sesi pembuka ini menjadi pengantar ringkas sebelum peserta masuk ke inti bedah data fundamental dan ekonomi makro.

Infonomic Bedah “Macro Tide”: Tiga Pilar Struktur Pasar Menuju 2027

Sesi inti ketiga menghadirkan Co-founder Infonomic Id, yakni Massenna (Sena), RTA., CTT, bersama Rafi, RTA (Cand.), yang membedah materi bertajuk 2027 Macro Tide: Crypto Market Reality. Infonomic menekankan tesis investasi bahwa penurunan harga tidak selalu bermakna buruk, sebagaimana kenaikan harga tidak serta-merta mencerminkan kondisi yang sehat.

Infonomic merangkum kesehatan struktur pasar kripto melalui tiga pilar analisis utama:

1. Transmisi Makroekonomi (Monetary Stabilization)

  • Peredaan Quantitative Tightening (QT): Neraca bank sentral AS (The Fed) telah menyusut dari puncak $8,78 triliun menjadi sekitar $6,74 triliun. Pergerakan neraca yang mulai mendatar pada paruh kedua tahun 2026 menjadi sinyal kuat bahwa fase pengetatan likuiditas ekstrem mulai jenuh, membuka ruang bagi ekspansi likuiditas ke aset berisiko (risk-on assets).
  • Pelemahan Indeks Dolar (DXY): Penurunan tajam indeks DXY dari puncaknya di 107,61 menuju kisaran 100,38 mempertegas berakhirnya fase QT dan membuka peluang pemulihan harga aset kripto.
  • Anomali Likuiditas Global M2: Terjadinya decoupling sementara antara pergerakan Bitcoin dan pasokan uang M2 global di tahun 2026 dipicu oleh jeda waktu (time lag) penyerapan likuiditas selama 2–3 bulan, serta rotasi modal menuju aset lindung nilai (safe-haven) akibat tensi geopolitik. Infonomic menilai kondisi ini sebagai fase konsolidasi (local bottom) sebelum pergerakan harga kembali selaras dengan ekspansi likuiditas.
Co-founder Infonomic, Massenna dan Rafi, menjabarkan analisis transmisi makroekonomi dan metrik on-chain Bitcoin pada sesi ketiga summit.

2. Valuasi On-Chain (Fair Cycle Positioning)

  • Aktivitas Holder Jangka Pendek (STH MVRV): Rasio MVRV pada Short-Term Holder berada sedikit di atas angka 1, menandakan kepemilikan jangka pendek masih mengantongi laba tipis tanpa indikasi euforia berlebih.
  • Fondasi Kuat Long-Term Holder (LTH MVRV & NUPL): Penurunan LTH MVRV mendekati level 1 menahan tekanan jual karena margin keuntungan yang menipis, memicu aksi tahan simpan (hold). Selain itu, indikator Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) memperlihatkan bullish divergence, di mana penurunan harga tidak memicu kepanikan investor tangan kuat (strong hands).
  • Sinyal Valuasi: Model Stock-to-Flow (S2F) dan rata-rata pergerakan 4 tahun (4-Year Moving Average) menunjukkan harga belum mengalami deviasi ekstrem. Nilai Bitcoin Bubble Index yang berada di zona negatif menegaskan pasar telah sepenuhnya bersih dari buih spekulasi (de-risked). Indikator Rainbow Chart juga menempatkan pergerakan harga pada pita akumulasi diskon.

3. Struktur Mikro dan Perilaku Pasar (Supply Conversion)

  • Benteng Pertahanan Institusional: Data Entity-Adjusted URPD mendeteksi akumulasi masif pada rentang 63.000–64.000 (serta sebagian di $75.000), membentuk lantai support institusional yang kokoh.
  • Peralihan Psikologis: Area 84.000–85.000 diidentifikasi sebagai batas konversi posisi rugi menjadi laba berjalan (floating profit), yang secara signifikan meredam aksi jual panik.
  • Ritel Belum FOMO: Metrik pita umur UTXO (0 hari–1 minggu) menunjukkan partisipasi modal panas ritel masih sangat rendah, mengonfirmasi pasar berada dalam transisi sehat menuju siklus positif 2027.

Infonomic memetakan probabilitas skenario pasar: 50% untuk skenario dasar (Base Case) akumulasi bertahap menuju puncak siklus 2027, 30% skenario lonjakan likuiditas (Bull Case), dan 20% skenario risiko makro (Bear Case).

Crypto Outlook 2027: Analisis Geopolitik, Regulasi, dan Narasi Sektoral

Memasuki sesi keempat, giliran Dr. Muhamad Rizky Ramdan, Ketua HIPMI Kota Batu sekaligus crypto enthusiast, menyampaikan materi komprehensif bertajuk Crypto Outlook 2027. Ia membedah tantangan global yang meliputi guncangan geopolitik, dinamika suku bunga The Fed, serta gelombang regulasi lintas benua.

Ketua HIPMI Kota Batu, Dr. Muhamad Rizky Ramdan, menguraikan pergeseran regulasi global, peran sovereign wealth fund, dan narasi kripto berpotensi 2027.

Dalam paparannya, Dr. Rizky menyoroti beberapa pilar strategis yang membentuk pasar ke depan:

  • Guncangan Energi dan Kebijakan The Fed: Konflik Timur Tengah memicu lonjakan harga energi hingga 24% pada 2026, menahan laju penurunan inflasi. Hal ini menahan suku bunga The Fed pada rentang 3,50–3,75%, sekaligus memperkuat korelasi pergerakan Bitcoin dengan indeks saham S&P 500 di kisaran 0,6–0,8.
  • Kejelasan Kerangka Regulasi Global: Berlakunya kerangka kerja regulasi federal stablecoin AS melalui GENIUS Act secara efektif per 18 Januari 2027, serta implementasi penuh MiCA di Uni Eropa per 1 Juli 2026, menjadi katalis masuknya modal institusi sekaligus menyaring aset-aset yang tidak patuh hukum.
  • Ekspansi Sovereign Wealth Fund: Lembaga pengelola dana abadi negara seperti QIA (Qatar), NBIM (Norwegia), hingga ADIA/Mubadala (Abu Dhabi) mulai mengoleksi Bitcoin, baik secara langsung maupun melalui instrumen proksi. Arus modal masuk (inflow) ETF tahunan diproyeksikan dapat mencapai $100 miliar pada tahun 2027.
  • Tujuh Narasi Kripto Berpotensi 2027: Sektor yang diproyeksikan menjadi konsentrasi modal meliputi:
    1. Stablecoin & Settlement Payment.
    2. Real World Assets (RWA) & Tokenisasi aset riil.
    3. AI Agent & Agentic Payments.
    4. Perp DEX / Derivatif On-Chain.
    5. Prediction Market.
    6. Institutional DeFi.
    7. Privacy Coins berkinerja tinggi.
  • Manajemen Portofolio Barbell: Menghadapi risiko pasar dan model perbendaharaan berbasis utang korporasi, investor disarankan menerapkan alokasi 70–80% pada aset inti (core) seperti Bitcoin dan stablecoin, serta 20–30% pada satelit narasi terpilih dengan eksekusi rencana keluar (exit plan) yang disiplin.

Kehangatan Makan Malam dan Sesi Networking Penutup

Setelah menyimak pemaparan data yang padat, acara ditutup dengan agenda santap malam bersama dan sesi networking santai. Para peserta, pembicara, pelaku komunitas Web3, dan pengusaha muda dari HIPMI Kota Batu saling bertukar gagasan sembari menikmati hidangan dan udara malam Concrete Batu.

Diskusi informal yang terjalin mencerminkan antusiasme ekosistem daerah dalam merespons transformasi keuangan global. The Sunset Community Summit berhasil membuktikan bahwa pembahasan instrumen teknologi desentralisasi tingkat tinggi dapat dikemas secara ilmiah, berpijak pada data, serta mempererat jejaring kolaborasi komunitas di Malang Raya.

Facebook
Pinterest
Twitter
LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *