Mengenal Dr Muhyiddin Bappenas: Sosok Asal Batu di Balik Kebijakan Strategis Nasional

Kiprah Dr Muhyiddin Bappenas menjadi salah satu bukti nyata bahwa putra daerah asal Malang Raya mampu mengambil peran strategis di panggung perumusan kebijakan nasional. Pria kelahiran Malang, 11 September 1973 yang akrab disapa Gus Udyn ini dikenal luas di lingkungan teknokrat sebagai perencana senior yang berdedikasi tinggi. Panggilan akrab tersebut melekat secara alami dari nama tengah yang disandangnya.

Kanal: SOSOK

Ditinjau oleh: Redaksi Daily Malang

Saat ini, beliau mengemban amanah sebagai Perencana Ahli Madya di Direktorat Pengendalian dan Evaluasi Kebijakan Strategis III pada Kementerian PPN/Bappenas. Beliau juga baru saja merampungkan penugasan penting sebagai Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan di Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, jabatan yang diembannya sejak 21 Juli 2021 hingga 14 Februari 2025.

Rekam Jejak Pendidikan Dr Muhyiddin Bappenas: Dari Sisir hingga Amsterdam

Fondasi intelektual sosok Gus Udyn berakar kuat di lereng Gunung Panderman, Kota Batu. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri Sisir 5 (lulus 1985), berlanjut ke SMP Negeri 1 Batu (lulus 1988), dan diselesaikan di SMA Negeri 1 Batu pada 1991. Dari sekolah negeri di Kota Batu inilah karakter disiplin dan minat belajarnya terbangun.

Setelah menamatkan bangku sekolah menengah, ia melangkah ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Brawijaya (UB) Malang dengan mengambil program Sarjana Ilmu Administrasi Bisnis yang diraihnya pada 1997.

Haus akan wawasan global, ia kemudian melanjutkan studi magister ganda (double degree) di bidang Ilmu Ekonomi melalui program kerja sama Universitas Indonesia dan Vrije Universiteit Amsterdam di Belanda, yang keduanya diselesaikan pada 2007. Puncak pencapaian akademiknya dituntaskan pada 2025 lewat gelar Doktor (S3) Ilmu Administrasi Publik di almamater awalnya, Universitas Brawijaya, sekaligus melengkapi lingkaran perjalanan studi yang berawal dan bermuara di Malang.

Pengembangan kompetensinya juga diperkuat melalui berbagai forum kepemimpinan dan pelatihan internasional, antara lain:

  • Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II pada 2024.
  • Program penjembatan riset dan kebijakan di University of Queensland, Brisbane, Australia (2013).
  • Manajemen organisasi di Middlesex University, London, Inggris (2015).
  • Peningkatan kapasitas staf di International University of Japan (2015).
  • Program berbagi pengalaman pembangunan Korea Selatan di Seoul (2017).

Liputan profil figur berprestasi dan tokoh inspiratif lainnya dapat Anda baca di rubrik Daily Malang.

Seperempat Abad Meniti Karier di Lingkungan Bappenas

Pengabdian birokrasi Gus Udyn berawal saat ia diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Bappenas pada 1 Maret 2000. Dua tahun berselang, ia mengemban tugas kepemimpinan struktural sebagai Kepala Seksi Sektoral I pada Direktorat Administrasi Pendanaan Pembangunan (2002–2004).

Karier fungsionalnya terus berkembang secara bertahap:

  • Perencana Pertama (2007).
  • Perencana Muda (2008–2013).
  • Perencana Madya (2013–2021) di Direktorat Keuangan Negara dan Analisis Moneter serta Pusat Analisis Kebijakan dan Kinerja (PAKK).

Di tengah kesibukan fungsionalnya, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Editor Jurnal Perencanaan Pembangunan Bappenas periode 2017–2021. Loyalitas dan kinerjanya mengantarkan pangkat kedinasannya menanjak konsisten dari golongan III/A hingga mencapai jenjang Pembina Utama Madya (IV/D) pada 2023, tingkatan kepangkatan tertinggi bagi aparatur sipil negara jalur fungsional. Saat ini, Dr Muhyiddin Bappenas memfokuskan keahliannya di Direktorat Pengendalian dan Evaluasi Kebijakan Strategis III.

Kontribusi Nyata bagi Kebijakan Ketenagakerjaan Nasional

Kepercayaan besar diamanatkan negara saat ia ditunjuk memimpin Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan di Kemnaker RI pada kurun Juli 2021 hingga Februari 2025.

Dalam posisi tersebut, ia memimpin berbagai kajian teknis evaluasi program strategis nasional, meliputi:

  • Evaluasi implementasi Program Kartu Prakerja.
  • Kajian operasional Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
  • Monitoring dan evaluasi penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja terdampak krisis.
  • Peninjauan penerapan regulasi keselamatan kerja berlandaskan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970.

Kajian berbasis data yang disusunnya menjadi rujukan teknokratis bagi pengambilan keputusan perlindungan tenaga kerja formal maupun informal di masa pemulihan ekonomi.

Produktif Menuangkan Gagasan di Media Nasional dan Jurnal Ilmiah

Di luar meja kerja birokrasi, sosok perencana senior ini tergolong aktif menyuarakan pemikiran di ruang publik. Pada April 2025, tulisan opininya bertajuk “Indonesia’s Demographic Bonus and the Productivity Imperative” terbit di harian internasional The Jakarta Post.

Dalam tulisan itu, ia memaparkan data kritis: meski 70,1 persen dari 280 juta warga Indonesia berada di rentang usia produktif, nilai produktivitas tenaga kerja nasional (US$15,12 per pekerja) masih tertinggal dibanding Malaysia (US$29,67) serta Korea Selatan (US$48,57). Kondisi ini dipicu oleh proporsi lulusan pendidikan tinggi yang baru menyentuh 13,5 persen, dominasi sektor informal sebesar 59,33 persen, dan minimnya anggaran riset nasional yang hanya berada di kisaran 0,3 persen dari PDB.

Pemikiran kritisnya juga menghiasi Harian Kompas melalui artikel “Tarif Trump dan Ancaman PHK” (April 2025) serta “Perspektif Teknokratis Tagar #KaburAjaDulu” (Februari 2025). Gagasan akademisnya rutin dipublikasikan melalui The Indonesian Journal of Development Planning dan Jurnal Ketenagakerjaan (J-Naker), mengupas topik evaluasi RPJMN, agenda Visi Indonesia 2045, hingga perlindungan kerja mitra transportasi daring.

Satya Lencana dan Ikatan Batin dengan Malang Raya

Dedikasi panjang selama lebih dari dua dekade membuahkan apresiasi kehormatan negara. Ia telah menerima dua kali penghargaan Satya Lencana Karya Satya dari Kementerian PPN/Bappenas, masing-masing untuk pengabdian 10 tahun pada 2010 dan masa bakti 20 tahun pada 2020.

Di tengah rutinitas perumusan kebijakan publik di Jakarta, figur yang berkeluarga bersama Melati Dian Novita dan dikaruniai dua orang anak ini tetap membumi dan terikat dengan akarnya. Perjalanan panjang Dr Muhyiddin Bappenas, dari bilik kelas sekolah dasar di Sisir, Kota Batu hingga ke pusat perumusan arah pembangunan Indonesia, menegaskan bahwa integritas dan ketekunan putra daerah Malang Raya mampu memberi dampak nyata bagi kemajuan bangsa.

Catatan Redaksi: Artikel rubrik SOSOK ini disusun mengacu pada riwayat hidup resmi narasumber serta rekam jejak publikasi ilmiah dan artikel opini yang bersangkutan di media massa nasional.

Facebook
Pinterest
Twitter
LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *